Peristiwa

Polemik Penghapusan Ujian Nasional

Ujian Nasional Dihapus
Ujian Nasional Dihapus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang baru menjabat, mewacanakan untuk menghapus Ujian Nasional bagi siswa SD, SMP dan SMA. Wacana penghapusan Ujian Nasional ini tengah digodok oleh pemerintah, dan menuai pro dan kontra. 

Wacana penghapusan Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMA selama ini dianggap tidak relevan. Mereka yang tidak setuju dengan adanya Ujian Nasional, memiliki sejumlah pandangan. Alasan paling kuat penghapusan Ujian Nasional yakni, siswa dipaksa untuk menguasai seluruh mata pelajaran. Padahal tiap siswa memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. 

Namun bagi mereka yang tidak setuju Ujian Nasional dihapus, menganggap ujian perlu diadakan, sebagai tolak ukur apakah seorang siswa sudah menguasai pelajaran yang sudah diajarkan. 

Ujian Nasional Bisa Dihapus Di Periode Berikutnya

Terkait rencana penghapusan Ujian Nasional yang dilontarkan Mendikbud Nadiem Makarim, tim BNSP memberikan tanggapan. Menurut pihak BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan), Ujian Nasional tahun 2020 akan tetap berjalan. Sebab, saat ini persiapan sudah hampir mencapai final dan wacana itu belum benar-benar dilaksanakan.

Menurut BNSP, penghapusan Ujian Nasional bisa saja dilakukan di periode berikutnya, bukan di periode 2020. Selain itu, menurut BNSP, jika landasan hukum kewajiban penyelenggaraan masih ada, maka Ujian Nasional belum bisa dihapus. 

Ujian Nasional saat ini masih tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 13 tahun 2015 Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan adanya Peraturan Pemerintah yang baru agar Ujian Nasional bisa dihapuskan.

Mendikbud Nadiem Makarim Usulkan Ujian Nasional Dihapus
Mendikbud Nadiem Makarim Usulkan Ujian Nasional Dihapus

Mendikbud Nadiem Makarim saat ini mengaku masih melakukan kajian intensif terkait penghapusan UN. Pihaknya meminta seluruh masyarakat untuk menunggu hasil kajian dan realisasi dari wacana tersebut. 

Perubahan Kurikulum dan Peningkatan SDM Pengajar

Presiden Jokowi sendiri memberikan amanat terkait penghapusan Ujian Nasional. Jokowi meminta Kemendikbud untuk melakukan link and match sistem pendidikan yang ada di Indonesia secara intensif dan teliti. Hal tersebut menurut Jokowi agar sistem pendidikan sesuai akan kebutuhan di dunia industri.

Mendikbud Nadiem Makarim memberikan arahan jika kurikulum yang ada saat ini harus segera diubah. Menurutnya, sistem pendidikan yang ada seharusnya tidak lagi berpatok pada hal-hal menghafal saja. Sehingga sistem akan lebih condong ke kompetensi minat dan bakat para siswa.

Tujuan dari perubahan kurikulum dan juga sistem pendidikan ini, agar tidak hanya para siswa yang ditingkatkan kualitasnya. Tetapi juga para pengajar atau guru serta staff sekolahan agar meningkat dari sisi kualitas sumber daya manusianya.

Berita Terkait

Hanya Disumbang 1000 Rupiah, Pria Ini Marahi Kasir Indomaret Matangkuli

sebabut

Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen Meninggal Dunia di Makkah

sebabut

Warga Papua Kembali Bentrok Dengan Warga Surabaya, Dipicu Pemasangan Bendera

sebabut
Memuat...