Ekonomi Hobi

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula Hasil Melimpah

Cara Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula
Cara Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Beternak ayam kampung bukanlah sebuah usaha yang sulit untuk dijalankan, namun juga tidak segampang yang dipikirkan. Jadi menggeluti usaha ini bisa dibilang susah-susah gampang. Dibilang mudah, karena ayam kampung merupakan termasuk hewan peliharaan, yang sudah jamak dipelihara oleh masyarakat. 

Hampir masyarakat kita menjadikan ayam kampung sebagai hewan peliharaan. Namun sebenarnya jika dioptimalkan untuk sebuah usaha, hasilnya ternyata cukup menggiurkan. 1 Kilo ayam kampung bisa dijual seharga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu di pasaran. 

Satu betina ayam kampung setiap tahunnya bisa 3 kali bertelur. Setiap bertelur, ayam betina menelurkan hingga 10 telur. Jadi, dari 1 ekor ayam betina, setiap tahun setidaknya bisa menghasilkan 30 ayam kampung. Jika dihitung pertahun bisa mendapatkan hasil kotor Rp 1.800.000 sampai Rp 2.700.000. Bayangkan jika setahun bisa menghasilkan 100 atau bahkan 1000 ayam kampung. 

Jika anda tertarik untuk beternak ayam kampung meski pemula, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Hal-hal terpenting tersebut yakni lahan untuk kandang, bibit, pakan dan obat serta cara pemasarannya. Berikut ini penjelasannya.

Lahan Beternak Ayam Kampung
Lahan Beternak Ayam Kampung

Lahan Beternak Ayam Kampung

Hal pertama yang perlu anda siapkan untuk beternak ayam kampung adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk kandang. Hitung luas lahan dan juga jumlah ayam yang akan anda budidayakan. Perbandingan lahan dan kandang yakni 2:3. Untuk ukuran lahan sebesar 10 meter persegi, bisa menampung sekitar 50 ekor ayam kampung. Untuk kandang ada beberapa tipe kandang yang bisa anda gunakan yakni : 

Kandang Ayam Sistem Ren

Kandang Ayam Kampung dengan Sistem Ren
Kandang Ayam Kampung dengan Sistem Ren

Kandang ayam dengan menggunakan sistem Ren adalah, teknik kandang terbuka di dalam lahan yang sudah diberi pagar. Bisa disebut juga sistem semi-intensif, karena sebenarnya ayam dibebaskan berkeliaran di dalam lahan yang luas, namun masih terkurung di dalam pagar. 

Kandang sistem Ren mengharuskan pemilik untuk memiliki lahan yang lumayan luas. Jadi bagi anda yang memiliki budget yang tidak banyak, disarankan tidak menggunakan kandang ayam sistem Ren ini. 

Kandang Ayam Sistem Postal

Kandang Ayam Kampung Postal Panggung
Kandang Ayam Kampung Postal Panggung

Kandang sistem ini, mungkin perbandingan terbalik dengan kandang ayam sistem Ren. Jika kandang sistem Ren ayam dibebaskan berkeliaran di dalam pagar, untuk kandang ayam dengan sistem Postal, ayam berada di dalam kandang kecil. Biasanya kandang ini digunakan untuk membudidayakan ayam kampung super. 

Kandang ayam postal merupakan kandang ayam tanpa adanya halaman untuk umbaran (membebaskan ayam berkeliaran). Jadi ayam akan menghabiskan waktu seharian berada di dalam kandang. Kandang Postal punya dua jenis, yakni Kandang Postal Litter dan Panggung. 

Kandang Postal Litter yakni kandang yang alasnya merupakan lantai plester atau tanah liat yang diberi sekam padi. Terkadang para peternak memberikan plastik di bagian dinding, dengan tujuan agar angin kencang tidak masuk ke dalam kandang. 

Kandang Postal Panggung yakni kandang yang alasnya diberi lubang, dengan alas memiliki jarak dengan tanah. Jadinya, kotoran tidak menempel di alas kandang, tetapi jatuh ke bawah kandang melalui lubang-lubang tadi. Manfaatnya, ayam tidak bersentuhan langsung dengan kotoran, dan mengurangi resiko terkena penyakit.

Kandang Ayam Sistem Battery / Baterai

Kandang Ayam Kampung Sistem Battery Baterai Untuk Petelur
Kandang Ayam Kampung Sistem Battery Baterai Untuk Petelur

Kandang sistem battery atau baterai ini yakni kandang dibentuk seperti sangkar yang kemudian disusun berjejer dan bertingkat. Alasnya dibuat miring ke bagian depan, dengan tujuan agar telur bisa jatuh dan tekumpul di bagian depan kandang. Selain untuk memudahkan pemanenan telur, hal ini juga untuk mencegah telur terinjak oleh ayam. 

Biasanya satu kandang berisi 1-3 ekor ayam, namun agar hasil maksimal disarankan 1 kandang diisi 1 ekor ayam saja. Kandang sistem battery ini kebanyakan digunakan untuk ayam jenis petelur. Pembuatannya bisa menggunakan bambu atau kawat.

Bibit Ayam Kampung

Bibit Anak Ayam Kampung
Bibit Anak Ayam Kampung

Setelah lahan dan kandang sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bibit. Bibit bisa berupa telur atau ayam yang sudah siap produksi. Anda bisa mendapatkan dari peternak ayam lain, atau membeli di pasar. Biasanya untuk menghemat anggaran, para peternak memilih untuk membeli bibit berupa anak ayam kampung yang baru menetas. 

Jika membeli bibit berupa telur, anda akan membutuhkan waktu untuk melakukan penetasan, dan tentu agar proses lebih cepat anda membutuhkan alat penetas telur. Jika dilihat dari segi anggaran, membeli telur lebih murah dibandingkan harus membeli anak ayam kampung yang baru menetas dan merawatnya. Namun dari segi waktu, lebih menguntungkan jika membeli anak ayam yang baru menetas.

Saat ini ada 2 jenis ayam kampung yang bisa diternak. Yakni ayam kampung Jawa Super atau biasa disebut Ayam Kampung Joper dan ayam kampung biasa. Ayam kampung Joper memiliki tubuh yang lebih besar dan lebih cepat untuk tumbuh menjadi ayam biasa.

Pakan dan Obat Ayam Kampung

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula dengan Pakan Alami dan Pabrik
Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula dengan Pakan Alami dan Pabrik

Berikutnya yang perlu anda sediakan yakni bahan pakan dan juga obat-obatan. Pakan menjadi unsur penting dalam beternak ayam kampung. Sebab pakan menjadi sumber makanan agar ayam tumbuh dengan baik dan sehat. 

Anda bisa menggunakan pakan alami untuk ayam ternak anda, agar biaya perawatan bisa ditekan seminimal mungkin. Pakan alami itu bisa anda menggunakan dedak atau sayuran. Untuk sayuran, bisa menggunakan daun pepaya atau daun lamtoro yang sudah jamak digunakan para peternak, karena mudah didapatkan. 


Selain itu, anda juga diharuskan menyediakan pakan hasil pabrik atau voor. Pakan pabrik memiliki kandungan zat yang benar-benar diperlukan oleh ayam yang bisa dijadikan gizi tambahan yang tidak bisa diberikan oleh pakan alami. 

Porsi makan yang ideal untuk ayam ternak anda adalah 3 kali dalam sehari. Gunakan pakan alami dan tambahkan pakan pabrik yang kemudian dicampurkan. Untuk mempercepat proses pertumbuhan bibit anak ayam, gunakan pakan pabrik secara penuh tanpa pakan alami. Biasanya pada anak ayam usia 1 sampai 21 hari. 

Sementara itu untuk obat jika ada ayam yang sakit, bisa menggunakan obat herbal yang bisa anda racik sendiri. Obat herbal itu bisa anda dapatkan dengan mencampur jintan hitam dan bawang putih, yang diracik seperti jamu. Nantinya obat herbal tersebut bisa diminumkan secara langsung ke ayam yang sakit. 

Proses Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula Dengan Profit Melimpah
Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula Dengan Profit Melimpah

Proses ternak ayam kampung bagi pemula tidaklah sulit jika anda sudah memperhatikan hal-hal di atas mulai dari persiapan lahan, kandang dan pakan. Dari bibit anak ayam yang baru menetas, anda bisa memberikan pakan 3 kali sehari menggunakan pakan pabrik atau voor untuk mempercepat pertumbuhan. 

Setelah berusia diatas 20 hari, anda bisa mencampurkan pakan alami dengan pakan pabrik. Selanjutnya ayam sudah bisa mulai berproduksi telur setelah mencapai usia 5 bulan. Usia produktif ayam akan berlanjut biasanya hingga usia 1.5 tahun hingga 2 tahun bahkan lebih. Hasil produksi terbaik adalah di awal-awal usia produktif, dan kebanyakan akan menurun seiring usia ayam bertambah. 

Pastikan kondisi kandang agar selalu bersih dan suhu sesuai dengan kebutuhan ayam. Kebersihan kandang menjadi hal utama agar ayam tidak mudah terkena penyakit. Jika ada ayam yang terserang penyakit, anda bisa memisahkan agar tidak menular ke ayam yang lainnya.

Pemasaran – Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Menjual Ayam Kampung ke Pasar
Menjual Ayam Kampung ke Pasar

Setelah ayam ternak anda mulai berproduksi, langkah selanjutnya adalah melakukan pemasaran. Untuk skala kecil anda bisa menjual ayam kampung ke pasar atau ke pedagang keliling yang biasanya mengumpulkan ayam-ayam kampung dari para peternak, atau biasa disebut pengepul. Tentunya harga jual ke pengepul tidak sebanyak dengan harga yang didapat jika menjual ke konsumen langsung. 

Anda juga bisa memasarkan produk anda secara online. Saat ini banyak sekali cara melakukan penjualan produk ayam dengan memanfaatkan kecanggihan internet. Anda bisa menjual di marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak atau juga Shopee. Sementara itu, Facebook sudah melarang penjualan hewan melalui website mereka. 

Setelah membaca uraian cara ternak ayam kampung bagi pemula di atas, tentu anda akan semakin tertarik untuk terjun ke bidang usaha satu ini bukan. Jangan malu untuk bertanya atau bergabung dengan komunitas peternak ayam kampung lain yang bisa anda temukan di dunia maya maupun di dunia nyata.

Berita Terkait

Saya Ingin Menyewa Rumah, Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan?

sebabut

Bulog Terancam Bangkrut, Bayar Bunga Hutang Rp 250 Miliar Per Bulan

sebabut

Bukalapak PHK Separuh Lebih Karyawannya, Bangkrut?

sebabut
Memuat...